, Bahasa Jepang : ogenki desuka ?
, Bahasa Jerman : Wie geht es dir?
, Bahasa Arab : kaifa haaluk?
, Bahasa Mandarin : ni hao ma ?
, Bahasa Korea : cheo eum boepsemnida
, mga" bsa brmanfaat,
Senin, 08 Februari 2010
ITB Fair 2010
ITB Fair 2010 Pamerkan Karya Mahasiswa
GANESHA,(GM)-
Tak seperti biasanya, kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tenang berubah jadi ramai dan padat pada Sabtu (6/2). Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum berbaur mengunjungi ITB Fair 2010 yang diadakan di area kampus ITB, Jln. Ganesha. Mereka tumplek untuk melihat beragam hasil karya mahasiswa dan kesenian yang ditampilkan.
Kegiatan ITB Fair 2010 yang diadakan selama dua hari, Sabtu (6/2) dan Minggu (7/2), berhasil menyedot perhatian publik. Hasil karya mahasiswa berupa jembatan kayu yang bisa menahan beban hingga 30 orang, robot kendaraan, panser PT Pindad, foto bakteri, hingga aktraksi bela diri capoeira ataupun aksi para skater yang memamerkan keahliannya, tak luput dari perhatian pengunjung.
Para pengunjung yang datang memliki alasan berbeda mulai dari ingin mengenal lebih jauh tentang ITB ataupun sekadar refreshing. "Saya ingin tahu lebih banyak saja tentang ITB. Karena ingin masuk ke ITB, jadi cari tahu ada apa saja di sini," ujar Lutfi, siswa kelas XII SMAN 1 Bandung.
Lutfi yang datang bersama tiga rekannya mengaku sering ke ITB, namun hanya sekadar lewat. Karena itulah ITB Fair dijadikan ajang untuk mengenal lebih jauh ITB. "Saya lihat-lihat hasil karya mahasiswa ITB. Tadi di sana (CC Timur, red) ada alat-alat dirgantara," ungkapnya.
Beda lagi dengan Ridwan yang sengaja membawa serta anaknya untuk melihat ITB Fair sebagai pengganti jalan-jalan ke tempat wisata. "Tadi sudah lihat panser dan permainan skateboard dan capoeira. Anak saya suka," ungkapnya.
ITB Fair 2010 yang bertema "Community Development" ini dibuka Rektor ITB, Prof. Dr. Akhmaloka. Peresmian ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan launching majalah keprofesian Proficio dan katalog karya ITB Fair 2010.
"Untuk ke depannya melalui ITB Fair ini, para mahasiswa tidak sekadar memunculkan produk inovasinya saja, tetapi bisa menjadi seorang technopreneur. Hasil produk inovasi teknologi mereka akan berguna bagi masyarakat luas," ungkap Akhmaloka.
GANESHA,(GM)-
Tak seperti biasanya, kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tenang berubah jadi ramai dan padat pada Sabtu (6/2). Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum berbaur mengunjungi ITB Fair 2010 yang diadakan di area kampus ITB, Jln. Ganesha. Mereka tumplek untuk melihat beragam hasil karya mahasiswa dan kesenian yang ditampilkan.
Kegiatan ITB Fair 2010 yang diadakan selama dua hari, Sabtu (6/2) dan Minggu (7/2), berhasil menyedot perhatian publik. Hasil karya mahasiswa berupa jembatan kayu yang bisa menahan beban hingga 30 orang, robot kendaraan, panser PT Pindad, foto bakteri, hingga aktraksi bela diri capoeira ataupun aksi para skater yang memamerkan keahliannya, tak luput dari perhatian pengunjung.
Para pengunjung yang datang memliki alasan berbeda mulai dari ingin mengenal lebih jauh tentang ITB ataupun sekadar refreshing. "Saya ingin tahu lebih banyak saja tentang ITB. Karena ingin masuk ke ITB, jadi cari tahu ada apa saja di sini," ujar Lutfi, siswa kelas XII SMAN 1 Bandung.
Lutfi yang datang bersama tiga rekannya mengaku sering ke ITB, namun hanya sekadar lewat. Karena itulah ITB Fair dijadikan ajang untuk mengenal lebih jauh ITB. "Saya lihat-lihat hasil karya mahasiswa ITB. Tadi di sana (CC Timur, red) ada alat-alat dirgantara," ungkapnya.
Beda lagi dengan Ridwan yang sengaja membawa serta anaknya untuk melihat ITB Fair sebagai pengganti jalan-jalan ke tempat wisata. "Tadi sudah lihat panser dan permainan skateboard dan capoeira. Anak saya suka," ungkapnya.
ITB Fair 2010 yang bertema "Community Development" ini dibuka Rektor ITB, Prof. Dr. Akhmaloka. Peresmian ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan launching majalah keprofesian Proficio dan katalog karya ITB Fair 2010.
"Untuk ke depannya melalui ITB Fair ini, para mahasiswa tidak sekadar memunculkan produk inovasinya saja, tetapi bisa menjadi seorang technopreneur. Hasil produk inovasi teknologi mereka akan berguna bagi masyarakat luas," ungkap Akhmaloka.
Selain pameran hasil karya mahasiswa dan kesenian, ITB Fair hari pertama ini juga diisi dengan kegiatan lainnya, seperti talkshow Konferensi Mahasiswa Indonesia dengan pembicara Darmaningtyas (pemilik Taman Siswa), Nurjaman Mochtar (Deputi News and Sport TV One), Sugeng Prawoto (Pemred Metro TV), dan Anindya Bakrie (Presdir Bakrie Telecom, ANTV)
Langganan:
Postingan (Atom)

